PURBA-MANALU-SIMAMORA DEBATA RAJA - PERNIKAHAN ADAT BATAK I
JUM'AT, 2016-12-02, 10:54 PM
PURBA - MANALU - SIMAMORA DEBATA RAJA <FORUM-LAPO>
Horas Guest | RSS

Beta Hamu Tu Lapo
Angka Na Masa
Bohado Appara?
Nilai Jo Lapo On
Total Jawaban: 63
IKLAN FULL
iklanfull.com
Website Ni Dongan
  • Manonton TV Online Pere
  • Service Computer
  • Teks Ni Pilem Tong Pere
  • Website ni napuna Lapo
  • All HTML Tags
  • Browser Kits
  • Dongan Tubu Na Ro
    PANJAGA LAPO
    Status YM
    Beta Marsihepeng
    Adsense Indonesia

    Urutan ACARA PESTA ADAT PERNIKAHAN BATAK

    - MARSIBUHA BUHAI
    Pagi hari sebelum dimulai pemberkatan/catatan sipil/pesta adat, acara dimulai dengan penjemputan mempelai wanita di rumah disertai dengan makan pagi bersama dan berdoa untuk kelangsungan pesta pernikahan,
    biasanya disini ada penyerahan bunga oleh mempelai pria dan pemasangan bunga oleh mempelai wanita dilanjutkan dengan penyerahan Tudu-tudu Ni Sipanganon dan Menyerahkan dengke lalu makan bersama, selanjutmya berangkat menuju gereja untuk pemberkatan
    .

     

    BEBERAPA Pengertian POKOK DALAM ADAT PERKAWINAN
    1. Suhut , kedua pihak yang punya hajatan
    2. Parboru, orang tua  pengenten perempuan=Bona ni haushuton
    3. Paranak, orang tua  pengenten Pria= Suhut Bolon.
    4. Suhut Bolahan amak : Suhut yang menjadi tuan rumah dimana acara adat di selenggrakan.
    5. Suhut naniambangan, suhut yang datang
    6. Hula-hula, saudara laki-laki dari isteri masing-masing suhut
    7. Dongan Tubu, semua saudara laki masing-masing suhut ( Tobing dan Batubara).
    8. Boru, semua yang isterinya semarga dengan marga kedua suhut ( boru Tobing dan boru Batubara).
    9. Dongan sahuta, arti harafiah "teman sekampung” semua yang tinggal dalam huta/kampung komunitas (daerah tertentu)  yang sama paradaton/solupnya.
    10. Ale-ale, sahabat yang diundang bukan berdasarkan garis persaudaraan (kekerabatan atau silsilah) .
    11. Uduran, rombongan masing-masing suhut, maupun rombongan masing-masing hula-hulanya.
    12. Raja Parhata (RP), Protokol (PR) atau Juru Bicara (JB) masing-masing suhut, juru bicara yang ditetapkan masing-masng pihak
    13. Namargoar, Tanda Makanan Adat , bagian-bagian tubuh hewan yang dipotong yang menandakan makanan adat itu adalah dari satu hewan (lembu/kerbau) yang utuh, yang nantinya dibagikan.
    14. Jambar, namargoar yang  dibagikan kepada yang berhak, sebagai legitimasi dan fungsi keberadaannya dalan acara adat itu.
    15. Dalihan Na Tolu (DNT), terjemahan harafiah”Tungku Nan Tiga” satu sistim kekerabatan dan way of life masyarakat Adat Batak
    16. Solup, takaran beras dari bambu yang dipakai sebagai analogi paradaton, yang bermakna dihuta imana acara adat batak diadakan solup/paradaton dari huta itulah yang dipakai sebagai rujukan, atau disebut dengan hukum tradisi "sidapot solup do na ro

     

    PROSESI MASUK TEMPAT  ACARA ADAT
    (Contoh Acara di Tempat Perempuan)

    • Raja Parhata/Protokol Pihak Perempuan= PRW
    • Raja Parhata/Protokol Pihak Laki-laki    =  PRP
    • Suhut Pihak Wanita = SW
    • Suhut Pihak Pria       = SP

    1. PRW meminta semua dongan tubu/semaraganya bersiap untuk menyambut dan menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang
    2. PRW memberi tahu kepada Hula-hula, bahwa SP sudah siap menyambut dan menerima kedatangan Hula-hula
    3. Setelah hula-hula mengatakan mereka sudah siap untuk masuk, PRW mempersilakan masuk dengan menyebut satu persatu, hula-hula dan tulangnya secara berurutan sesuai urutan rombongan masuk nanti: dimulai dar Hula-hula Simorangkir
    1. 1. Hula-hula, ……
      2. Tulang, …….
      3. Bona Tulang, …..
      4. Tulang Rorobot, …..
      5. Bonaniari, ……
      6. Hula-hula namarhahamaranggi:
          - a …
          - b….   
          - c….
          - dst
      7.Hula-hula anak manjae, … dengan permintaan agara mereka bersam-sama    masuk dan menyerahkan pengaturan selanjutnya kepada hula-hula    Simorangkir

    2. PR Hulahula, menyampaikan kepada rombongan hula-hula dan tulang yang sudah disebutkan PRW pada III , bahwa SW sudah siap menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang dengan permintaan agar uduran Hula-hula dan Tulang memasuki tempat acara , secara  bersama-sama.
      Untuk itu diatur urut-urutan uduran (rombongan) hula-hula dan tulang yang akan memasuki ruangan. Uduran yang pertama adalah Hula-hula,……, diikuti TULANG …….sesuai urut-urutan yang disebut kan PRW pada (3).

    3. MENERIMA KEDATANGAN SUHUT PARANAK (SP).
      Setelah seluruh rombongan hula-hula dan tulang dari SW duduk (acara 4), rombongan Paranak/SP dipersilakan memasuki ruangan.
      PRW, memberitahu bahwa tempat untuk SP dan uduran/rombongannya sudah disediakan dan SW sudah siap menerima kedatangan mereka beserta Hula-hula , Tulang SP dan uduran/rombongannya


    4. PRP menyampaikan kepada dongan tubu Batubara, bahwa sudah ada permintaan dari Tobing agar mereka memasuki ruangan.
      Kepada hula-hula dan tulang (disebutkan satu perasatu) yaitu:
      1.   Hula-hula, ….
      2.   Tulang, …..
      3.   Bona Tulang, ….
      4.   Tulang Rorobot, …..
      5.   Bonaniari , …..
      6.   Hula-hula namarhaha-marnggi:
                 -  a…….
                 -  b …….
                 -  c…….
                 -  dst
      7.   Hula-hula anak manjae…..
                       
      PRP memohon, sesuai permintaan hula-hula SW agar mereka masuk bersama-sama dengan SP. Untuk itu tatacara dan urutan memasuki ruangan diatur, pertama adalah Uduran/rombongan SP& Borunya, disusul Hula-hula….., Tulang…..dan seterusnya sesuai urut-urutan yang telah dibacakan PR Batubara (Dibacakan sekali lagi kalau sudah mulai masuk).

     

    MENYERAHKAN TANDA MAKANAN ADAT.
    (Tudu-tudu Ni Sipanganon)

    Tanda makanan adat yang pokok adalah: kepala utuh, leher (tanggalan), rusuk melingkar (somba-somba) , pangkal paha (soit), punggung dengan ekor (upasira), hati dan jantung ditempatkan dalam baskom/ember besar.

    Tanda makanan adat diserahkan SP beserta Isteri didampingi saudara yang lain dipandu PRP, diserahkan kepada SW dengan bahasa adat, yang intinya menunjukkan kerendahan hati dengan mengatakan walaupun makanan yang dibawa itu sedikit/ala kadarnya  semoga ia tetap membawa manfaat dan berkat jasmani dan rohani hula-hula SW dan semua yang menyantap nya, sambil menyebut bahasa adat : Sitiktikma si gompa, golang golang pangarahutna, tung so sadia (otik) pe naung pinatupa i, sai godangma pinasuna.

    Selanjutna Klik ma DISON laho manjaha muse



    Lului
    Pesbuk Ni Parlapo
    Parlapo Toga Simamora

    Buat Lencana Anda
    Kalender
    «  DESEMBER 2016  »
    MGGSESELRABKMSJUSAB
        123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
    Angga Nung Leleng
    Parjambaron
    BARITA LASNIROHA [1]
    ANGKA BARITA LASNIROHA
    Parlampet Lewat
    Video YouTUBE
    Copyright Romesco-Purba© 2016